DLH Grobogan Ikuti Workshop Saka Kalpataru, Perkuat Kelembagaan dan Strategi Regenerasi Kader Lingkungan
Grobogan – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Grobogan mengikuti Workshop Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Satuan Karya (Saka) Kalpataru Tingkat Jawa Tengah yang dilaksanakan di Aula Saka Kalpataru DLHK Provinsi Jawa Tengah, Jalan Setiabudi Nomor 201 B, Semarang, Selasa (26/8/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut diikuti oleh Pinsaka Kalpataru kabupaten/kota se-Jawa Tengah dan perwakilan Kwartir Cabang. Workshop menghadirkan sejumlah narasumber dari unsur Kwartir Daerah Jawa Tengah serta Pimpinan Saka Bakti Husada Kabupaten Demak.
Workshop digelar sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesiapan dan kompetensi Pimpinan Saka (Pinsaka) dalam mengelola pangkalan sekaligus mempersiapkan kelembagaan menghadapi Lomba Saka Tergiat Tahun 2026.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan penguatan mengenai pentingnya tata kelola kelembagaan, kesiapan sumber daya manusia, administrasi, serta penyusunan program kerja Saka yang terarah. Saka Kalpataru sendiri memiliki peran strategis dalam membina generasi muda agar memiliki pengetahuan dan keterampilan di bidang lingkungan hidup.
Sekretaris Bidang Bina Satuan Kwartir Daerah Jawa Tengah dalam pemaparannya menekankan bahwa kesiapan kelembagaan menjadi salah satu fondasi utama dalam pengembangan Saka. Hal tersebut mencakup kesiapan SDM dan anggota, kualifikasi Mabisaka, Pinsaka, Pamong, serta Instruktur.
Aspek legalitas juga menjadi perhatian. Masa bakti Mabisaka dan Pinsaka perlu dituangkan dalam Surat Keputusan Kwartir Cabang dan dilengkapi dengan proses pelantikan secara resmi. Selain itu, pangkalan Saka perlu memiliki sekretaris, struktur organisasi yang jelas, serta pembagian tugas yang terarah.
Sementara itu, Pimpinan Saka Bakti Husada Kabupaten Demak berbagi pengalaman mengenai strategi pengembangan Saka menuju Saka Tergiat. Penguatan administrasi dan ketatausahaan atau Sismintir menjadi salah satu hal yang perlu mendapat perhatian, disertai pelibatan anggota dalam kegiatan nyata dan kegiatan luar ruang yang lebih menarik.
Kegiatan lapangan dinilai penting agar anggota tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teoritis, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung. Pelibatan anggota dalam aksi sosial, kegiatan lingkungan, maupun penanganan situasi tertentu dapat menjadi sarana pembentukan karakter sekaligus meningkatkan keterampilan anggota.
Dukungan pemerintah daerah juga menjadi salah satu faktor penting dalam keberlangsungan kegiatan Saka, baik melalui fasilitasi sarana prasarana, pendampingan maupun pelatihan. Di tengah keterbatasan anggaran, pengurus juga dapat mengembangkan pola swadaya maupun memanfaatkan produk inovasi Saka yang memiliki nilai ekonomi.
Bagi DLH Kabupaten Grobogan, workshop tersebut menjadi momentum untuk melakukan evaluasi terhadap kondisi Saka Kalpataru di daerah. Salah satu tantangan yang perlu segera mendapat perhatian adalah persoalan regenerasi anggota.
Saat ini, Saka Kalpataru Kabupaten Grobogan belum memiliki anggota aktif. Upaya rekrutmen melalui sosialisasi dan penyampaian surat kepada sekolah-sekolah juga belum memberikan hasil yang optimal.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pola pendekatan dalam menjaring anggota baru perlu dikembangkan. Rekrutmen tidak cukup hanya mengandalkan penyampaian informasi secara formal, tetapi perlu dikemas melalui kegiatan yang lebih interaktif dan memberikan pengalaman langsung kepada calon anggota.
Selain persoalan regenerasi, keterbatasan dukungan anggaran kegiatan juga menjadi tantangan yang perlu dicarikan solusi. Karena itu, penguatan kemitraan dengan berbagai pihak serta pengembangan kegiatan atau produk inovasi lingkungan dapat menjadi alternatif untuk mendukung keberlangsungan kegiatan Saka.
Sebagai tindak lanjut, DLH Kabupaten Grobogan akan melakukan pembenahan kelembagaan, termasuk melengkapi dan merapikan legalitas Mabisaka dan Pinsaka melalui koordinasi dengan Kwartir Cabang Grobogan.
Di sisi lain, strategi rekrutmen juga akan diarahkan pada pendekatan yang lebih kreatif. Kegiatan aksi lingkungan, praktik lapangan, dan aktivitas yang melibatkan pelajar secara langsung dapat menjadi alternatif untuk memperkenalkan Saka Kalpataru sekaligus menumbuhkan ketertarikan generasi muda terhadap kegiatan lingkungan.
Saka Kalpataru diharapkan tidak hanya menjadi wadah kegiatan kepramukaan, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran bagi generasi muda untuk mengenal persoalan lingkungan dan mengambil peran dalam penyelesaiannya.
Melalui penguatan kelembagaan, regenerasi anggota, kegiatan yang lebih menarik, serta kolaborasi dengan berbagai pihak, DLH Kabupaten Grobogan berkomitmen untuk menghidupkan kembali Saka Kalpataru sebagai wadah pembinaan kader lingkungan yang aktif, kreatif, dan memiliki kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.