Kepala DLH Pantau Taman Segitiga Emas, Ikon Kota yang Membawa Jejak Sejarah Grobogan




GROBOGAN – Rabu, 11 Februari 2026, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Grobogan, Heru Dwi Cahyono, didampingi Kepala Bidang Tata Lingkungan beserta jajaran pengawas dan tenaga lapangan, melakukan pemantauan langsung di kawasan Taman Segitiga Emas, Purwodadi.

Taman yang berada di pusat pemerintahan Kabupaten Grobogan tersebut bukan sekadar ruang terbuka hijau, melainkan ruang publik yang sarat nilai historis. Ikon utama taman berupa patung kuda yang menarik grobog (gerobak kayu tradisional) menjadi simbol cikal bakal lahirnya Kabupaten Grobogan. Secara historis, istilah “Grobogan” diyakini berasal dari kata “grobog”, yang merujuk pada alat angkut tradisional masyarakat tempo dulu. Wilayah Grobogan sendiri memiliki jejak panjang sejarah peradaban Jawa, mulai dari era Kerajaan Medang hingga masa pemerintahan kolonial, yang menjadikan kawasan ini berkembang sebagai daerah agraris dan jalur perdagangan penting di Jawa Tengah. Simbol kuda dan grobog itu merepresentasikan semangat kerja keras, mobilitas, serta ketangguhan masyarakat Grobogan dari masa ke masa.


Dalam kunjungan tersebut, Kepala DLH memantau kegiatan penjarangan pohon sebagai langkah mitigasi dan pencegahan potensi pohon tumbang saat terjadi angin kencang atau cuaca ekstrem. Upaya ini dilakukan untuk menjaga keselamatan pengunjung sekaligus mempertahankan fungsi ekologis taman sebagai paru-paru kota.

Selain aspek vegetasi, Heru juga meninjau kondisi sarana pendukung taman, mulai dari kebersihan area, ketersediaan toilet umum, fungsi air mancur, hingga kondisi fasilitas pendukung lainnya. Ia menegaskan bahwa ruang terbuka hijau di pusat kota harus terjaga tidak hanya dari sisi estetika, tetapi juga dari aspek keamanan, kenyamanan, dan kebersihan.

“Taman Segitiga Emas ini bukan hanya ikon kota, tetapi juga wajah Grobogan. Karena itu, pemeliharaan harus dilakukan secara berkala dan terukur, baik dari sisi lingkungan maupun fasilitasnya,” ujarnya.

Dengan perawatan berkelanjutan, Taman Segitiga Emas diharapkan tetap menjadi ruang publik yang representatif, aman, dan membanggakan sekaligus pengingat sejarah panjang perjalanan Kabupaten Grobogan menuju usia ke-300 tahun.


Dapatkan Data yang Anda Cari