Saka Kalpataru Grobogan Dukung Estafet Tunas Kelapa 2026
Grobogan – Semangat kepramukaan dan kepedulian terhadap lingkungan berjalan beriringan. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Grobogan melalui Saka Kalpataru Kabupaten Grobogan menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Estafet Tunas Kelapa (ETK) Tahun 2026 dalam rangka memperingati Hari Pramuka ke-65.
Dukungan tersebut merupakan tindak lanjut atas surat Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Grobogan Nomor 186/11 15-D tanggal 24 Agustus 2026 tentang Permohonan Dukungan Saka pada Pelaksanaan ETK 2026.
Saka Kalpataru Kabupaten Grobogan siap mengambil bagian dalam rangkaian kegiatan yang akan berlangsung pada 1 hingga 2 September 2026 di wilayah Kabupaten Grobogan.
Bagi Saka Kalpataru, Estafet Tunas Kelapa bukan sekadar perjalanan membawa simbol gerakan Pramuka dari satu wilayah ke wilayah lainnya. Momentum tersebut juga menjadi ruang untuk menghidupkan kembali pesan tentang pentingnya menjaga lingkungan dan kelestarian alam.
Sepanjang perjalanan ETK, semangat kepramukaan diharapkan dapat berjalan beriringan dengan pesan perlindungan lingkungan hidup. Anggota Pramuka tidak hanya menjadi bagian dari estafet semangat, tetapi juga turut membawa pesan bahwa menjaga alam merupakan tanggung jawab bersama.
Rangkaian ETK 2026 akan membawa rombongan Kwartir Daerah (Kwarda) Jawa Tengah memasuki wilayah Kabupaten Grobogan setelah proses serah terima dari Kwarcab Blora pada Selasa (1/9/2026).
Rombongan dijadwalkan memasuki Grobogan melalui Desa Pelem, Kecamatan Gabus. Dari wilayah tersebut, perjalanan dilanjutkan menuju SMAN 1 Gabus yang menjadi lokasi istirahat dan bermalam rombongan.
Perjalanan kemudian berlanjut pada Rabu (2/9/2026). Tunas Kelapa akan diarak melintasi sejumlah wilayah di Kabupaten Grobogan, mulai dari Kecamatan Kradenan, Pulokulon, Purwodadi, Penawangan, Karangrayung hingga Godong.
Setelah melintasi wilayah Kabupaten Grobogan, Tunas Kelapa selanjutnya akan diserahterimakan kepada jajaran Kwarcab Demak untuk melanjutkan estafet berikutnya.
Kehadiran ETK di Grobogan juga menjadi momentum untuk memperkenalkan semangat Pramuka kepada masyarakat secara lebih luas. Di sepanjang rute, masyarakat dapat turut menyaksikan perjalanan rombongan sekaligus ikut merasakan semarak peringatan Hari Pramuka ke-65.
Namun, masyarakat pengguna jalan juga diimbau untuk memperhatikan perjalanan rombongan ETK. Kwarcab Grobogan mengingatkan adanya potensi kepadatan lalu lintas pada sejumlah ruas jalan yang menjadi jalur perjalanan rombongan.
Pengguna jalan yang melintasi rute ETK diimbau menyesuaikan waktu perjalanan atau menggunakan jalur alternatif apabila diperlukan.
Bagi Saka Kalpataru Grobogan, dukungan terhadap ETK 2026 menjadi bagian dari upaya menghadirkan wajah Pramuka yang tidak hanya aktif dalam kegiatan kepanduan, tetapi juga peduli terhadap lingkungan.
Tunas Kelapa terus berpindah tangan dari satu daerah ke daerah berikutnya. Namun, ada semangat yang diharapkan tetap tumbuh di sepanjang perjalanan: semangat mengabdi, menjaga alam, dan mewariskan lingkungan yang lebih baik bagi generasi berikutnya.
Dari Grobogan, semangat itu kembali diteruskan.