Senyum dan Rasa Penasaran Siswa SD Negeri 8 Purwodadi Iringi Bedah Dokumen Calon Sekolah Adiwiyata Nasional 2026




Grobogan – Senyum ceria dan rasa penasaran terpancar dari wajah para siswa SD Negeri 8 Purwodadi saat Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Grobogan melaksanakan kegiatan pendampingan dan bedah dokumen Calon Sekolah Adiwiyata Nasional (CSAN) Tahun 2026, Sabtu (25/7/2026). Kegiatan yang diselenggarakan oleh Bidang Penaatan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup ini menjadi bagian dari komitmen DLH Kabupaten Grobogan dalam mendampingi sekolah-sekolah yang akan mengikuti seleksi Program Adiwiyata Nasional.

Pendampingan difokuskan pada pengisian dan penyempurnaan dokumen melalui Sistem Informasi Adiwiyata (SIDIA), sebuah platform digital yang diterapkan sebagai implementasi Peraturan Menteri Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Nomor 5 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Program Adiwiyata. Melalui SIDIA, seluruh proses pengajuan, pemantauan, hingga penilaian Program Adiwiyata dilaksanakan secara terintegrasi dan berbasis digital sehingga lebih efektif, transparan, serta memudahkan koordinasi antara sekolah dengan tim pembina maupun tim penilai.

Kehadiran regulasi baru tersebut juga membawa angin segar bagi sekolah-sekolah di Kabupaten Grobogan. Penyederhanaan mekanisme pengusulan memungkinkan sekolah penerima penghargaan Adiwiyata Kabupaten maupun Adiwiyata Provinsi pada periode 2021–2025 untuk mengikuti seleksi Calon Sekolah Adiwiyata Nasional Tahun 2026 tanpa harus menunggu dalam waktu yang lama sebagaimana ketentuan sebelumnya. Kebijakan ini diharapkan mampu mempercepat peningkatan kualitas sekolah dalam membangun budaya peduli dan berbudaya lingkungan hidup secara berkelanjutan.

Selain memberikan kemudahan melalui sistem digital, Permen LH/BPLH Nomor 5 Tahun 2025 juga menyederhanakan instrumen penilaian dari 29 indikator menjadi 24 indikator. Meskipun lebih ringkas, perubahan tersebut tetap membutuhkan proses adaptasi bagi tim Adiwiyata sekolah, terutama dalam memahami indikator, menyusun data dukung, serta mengunggah dokumen yang sesuai dengan ketentuan penilaian. Oleh karena itu, DLH Kabupaten Grobogan sebagai leading sector Program Adiwiyata di daerah hadir memberikan pendampingan secara langsung agar setiap indikator dapat dipenuhi dengan baik dan sesuai standar yang ditetapkan.

Dalam kegiatan tersebut, tim pendamping membagi proses bedah dokumen berdasarkan kelompok indikator sehingga pembahasan dapat berjalan lebih efektif. Setiap dokumen ditelaah secara rinci, mulai dari kelengkapan administrasi, kesesuaian bukti dukung, hingga kualitas narasi yang disampaikan sekolah agar mampu menggambarkan implementasi Program Adiwiyata secara utuh.

Salah satu pendamping, Sofyan Faiz Syidada, S.Kom., Penata Layanan Operasional DLH Kabupaten Grobogan, menjelaskan bahwa sistem SIDIA dirancang untuk mempermudah kolaborasi tim sekolah dalam menyusun dokumen usulan.

"SIDIA sudah sepenuhnya berbasis daring (full online). Tim Adiwiyata sekolah dapat mengerjakan pengisian secara bersamaan sehingga prosesnya menjadi lebih cepat. Dari 24 indikator yang tersedia, pengisian dapat dibagi kepada tiga hingga empat orang sesuai pembagian tugas masing-masing sehingga pekerjaan lebih efektif dan efisien," jelasnya.

Ia juga mengapresiasi kesiapan SD Negeri 8 Purwodadi dalam mengikuti seleksi Calon Sekolah Adiwiyata Nasional. Menurutnya, secara umum data dan dokumen yang telah disiapkan sudah menunjukkan kualitas yang baik serta mencerminkan budaya peduli lingkungan yang telah diterapkan di sekolah.

"Data yang diisi sudah cukup baik dan lengkap. Lingkungan sekolah terlihat rindang, hijau, dan asri. Semangat peserta didik maupun para guru dalam menjaga kelestarian lingkungan juga sangat luar biasa. Memang masih ada beberapa catatan yang perlu diperkuat, terutama pada dokumentasi agar lebih mampu menggambarkan implementasi kegiatan. Namun saya optimistis, apabila penyempurnaan tersebut dapat dilakukan, SD Negeri 8 Purwodadi memiliki peluang besar untuk meraih penghargaan Adiwiyata Nasional," pungkasnya.

Melalui pendampingan ini, DLH Kabupaten Grobogan berharap seluruh sekolah calon peserta Adiwiyata Nasional mampu beradaptasi dengan sistem digital SIDIA sekaligus meningkatkan kualitas pengelolaan lingkungan hidup di sekolah. Program Adiwiyata tidak hanya berorientasi pada pencapaian penghargaan, tetapi juga menjadi upaya membangun karakter warga sekolah yang peduli, bertanggung jawab, dan berbudaya lingkungan sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan.


Dapatkan Data yang Anda Cari