DLH Grobogan Sosialisasikan Program Adiwiyata kepada 29 Calon Sekolah Tahun 2027
Kegiatan yang berlangsung di Aula Dong Dayakan DLH Kabupaten Grobogan tersebut diikuti oleh 29 sekolah calon Adiwiyata Kabupaten dari jenjang SD dan SMP sederajat.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Dong Dayakan DLH Kabupaten Grobogan tersebut diikuti oleh 29 sekolah calon Adiwiyata Kabupaten dari jenjang SD dan SMP sederajat.
Workshop digelar sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesiapan dan kompetensi Pimpinan Saka (Pinsaka) dalam mengelola pangkalan sekaligus mempersiapkan kelembagaan menghadapi Lomba Saka Tergiat Tahun 2026.
Sosialisasi ini merupakan bagian dari rangkaian persiapan usulan perpanjangan masa perjanjian kerja PPPK Paruh Waktu Formasi Tahun 2025. Sebelumnya, PPPK Paruh Waktu tersebut diangkat dengan Terhitung Mulai Tanggal (TMT) 1 Oktober 2025 dan masa perjanjian kerja berakhir pada 30 September 2026.
Bagi Saka Kalpataru Grobogan, dukungan terhadap ETK 2026 menjadi bagian dari upaya menghadirkan wajah Pramuka yang tidak hanya aktif dalam kegiatan kepanduan, tetapi juga peduli terhadap lingkungan.
Penataan tidak hanya diarahkan untuk memperbarui tampilan taman, tetapi juga mempertimbangkan aspek fungsi, keselamatan pengguna jalan, serta kebutuhan ruang gerak kendaraan yang melintas di kawasan tersebut.
“Program ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur persampahan. Yang lebih penting adalah bagaimana kita mengubah cara mengelola sampah, dari pola kumpul, angkut, buang menjadi pilah, olah, produk, dan jual,” ujar Setyo Hadi.
Bukan sekadar membicarakan sampah, pembahasan diarahkan pada satu persoalan mendasar: tidak semua sampah seharusnya berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).
Keempat “lalat” tersebut menggambarkan konsekuensi dari sampah yang tidak dikelola dengan baik. Sampah yang tidak dipilah dan dibiarkan menumpuk dapat mengundang lalat serta berpotensi menimbulkan berbagai persoalan lingkungan dan kesehatan.